Pages

Thursday, December 22, 2011

Asal Mula Teknologi WiMax

Menurut James A. Johnson (Vice President, Intel Communications Group/General Manager, Wireless Networking Group), istilah WiMax berasal dari singkatan wireless (disingkat Wi) Microwave Access (disingkat MAX). WiMax menyerupai WiFi dalam hal penggunaan teknologi modulasi yang sama. Teknologi ini disebut OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). OFDM merupakan sebuah sistem modulasi digital di mana sebuah sinyal dibagi menjadi beberapa kanal dengan pita frekuensi yang sempit dan saling berdekatan, dengan setiap kanal menggunakan frekuensi yang berbeda. Teknologi tersebut dikembangkan dalam tahun 1960-an - 1970-an. Teknologi ini dikembangkan pada saat dilakukannya penelitian untuk mengurangi terjadinya interferensi frekuensi di antara berbagai kanal yang jaraknya saling berdekatan.


Pada frekuensi non-WiMax, sebuah gelombang radio biasanya akan saling mengganggu gelombang radio lain, khususnya jika frekuensi tersebut memiliki siklus getaran yang berdekatan. Jadi apabila frekuensi yang dipakai untuk membawa data (carrier) seperti pada komunikasi data nirkabel mengalami hal yang demikian, gangguan tersebut bias menimbulkan aneka kerugian, seperti terjadinya kerusakan data yang dibawa frekuensi tersebut, terjadinya kegagalan pengiriman data, atau terjadinya kesalahan dalam pengalihan data. Namun, dengan adanya teknologi baru, yaitu teknologi WiMax, maka semua kendala tersebut akan dapat ditangani. 


Teknologi WiMax memungkinkan kita memancarkan berbagai sinyal dalam jarak yang sangat berdekatan, tanpa harus cemas bahwa aneka sinyal tersebut akan saling mengganggu/berinterferensi. Dengan demikian, kita bias menumpangkan lalu lintas data dengan kepadatan tinggi dalam berbagai kanal tersebut. Dengan banyaknya kanal yang bisa ditumpangi oleh data yang berlimpah dalam satu waktu, ISP atau penyedia layanan broadband bisa menghadirkan layanan berbasis kabel atau DSL untuk banyak pelanggan sebagai ganti media kabel tembaga. 

WiMax juga merupakan penggabungan antara standar IEEE 802.16 dengan standar ETSI HiperMAN. Kedua standar yang disatukan ini merupakan standar teknis yang memiliki spesifikasi yang sangat cocok untuk menyediakan koneksi berjenis broadband lewat media wireless atau BWA. Jadi di masa mendatang, segala sesuatu yang berhubungan dengan teknologi BWA mungkin saja akan diberi semacam sertifikat WiMax seperti halnya WiFi untuk perangkat wireless LAN. WiMax digunakan untuk jaringan yang luas, yaitu wireless MAN (WMAN). 

Meskipun WiMax maupun WiFi menggunakan salah satu frekuensi tidak berlisensi (yakni frekuensi 5,8GHz), akan tetapi WiMax juga diarahkan untuk bisa memanfaatkan dua frekuensi lain yang berlisensi, yakni 2,5GHz and 3,5GHz. Hal ini memungkinkan kita meningkatkan daya keluaran perangkat WiMax sehingga bisa menjangkau jarak yang lebih jauh. Dengan demikian, WiMax bisa beroperasi pada kisaran kilometer. Selain itu, WiMax dirancang dalam tataran teknologi carrier-grade. Hal ini membuat WiMax memiliki kehandalan dan kualitas pelayanan yang lebih baik dibandingkan WiFi. Dengan jangkauan jarak yang lebih jauh, dan kemampuan untuk melewati aneka penghalang seperti gedung atau pohon, WiMax sesuai untuk diterapkan di daerah perkotaan yang memiliki gedung perkantoran dan pemukiman.

0 comments:

Post a Comment

 
© 2010 mbekutuk | Blogger.com